Kunjungan Inventarisasi Sekaligus Motivasi oleh Relima Perpusnas RI Lokus Sijunjung untuk Pergerakan Literasi di SMA Negeri 9 Sijunjung
Senin, 27 Juli 2026
SIJUNJUNG — Kunjungan inventarisasi yang dilakukan oleh Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI Lokus Sijunjung Dr. (H.C) Adhan Chaniago, S.Pd., S.H., S.Kom., M.Pd., M.M berlangsung di SMA Negeri 9 Sijunjung pada Senin (27/07/2026) tidak hanya menjadi bagian dari pendataan, tetapi juga membawa semangat baru bagi penguatan gerakan literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meninjau program yang telah berjalan sekaligus mendorong kesiapan sekolah dalam menata perpustakaan agar lebih baik dan terarah.
Dalam kunjungan itu, perhatian diarahkan pada kondisi dan pergerakan literasi sekolah yang selama ini telah mulai dibangun. Sejumlah program literasi diketahui sudah berjalan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kebiasaan membaca dan memperluas keterlibatan siswa dalam kegiatan berbasis bacaan dan karya tulis. Program-program tersebut meliputi penerbitan majalah sekolah, pelaksanaan hari literasi dua kali dalam sepekan, kegiatan membaca buku fiksi dan nonfiksi, serta lomba mading antarkelas.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa literasi di SMA Negeri 9 Sijunjung tidak berhenti pada kegiatan membaca semata, tetapi juga diarahkan pada ruang ekspresi dan partisipasi siswa. Kehadiran majalah sekolah, misalnya, menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan gagasan dan karya. Sementara itu, hari literasi yang dilaksanakan dua kali seminggu memperlihatkan adanya upaya menjadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan yang terjadwal dan konsisten. Kegiatan membaca buku fiksi dan nonfiksi pun memberi ruang bagi siswa untuk mengenal ragam bacaan, sedangkan lomba mading kelas memperkuat semangat kolaborasi sekaligus kreativitas.
Selain melakukan inventarisasi, kunjungan tersebut juga menjadi sarana motivasi agar sekolah segera mempersiapkan akreditasi perpustakaan. Dorongan ini dinilai penting mengingat perpustakaan SMA Negeri 9 Sijunjung saat ini belum terakreditasi. Karena itu, kesiapan administrasi, penguatan program, dan pembenahan yang diperlukan dipandang perlu mulai disusun sejak sekarang agar proses menuju akreditasi dapat dijalankan dengan lebih matang.
Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Ibu Desli Efrina, S.Pd, menerangkan bahwa kegiatan ini memberi dorongan positif bagi sekolah untuk terus membenahi pengelolaan perpustakaan dan memperkuat program literasi yang sudah ada. Menurutnya, inventarisasi yang dilakukan menjadi bagian penting untuk melihat kondisi yang ada sekaligus menjadi pijakan dalam menyusun langkah perbaikan ke depan, terutama dalam kaitannya dengan persiapan akreditasi perpustakaan.
Keterangan senada juga disampaikan oleh pustakawan sekolah, Ibu Seftia Dela Refmita, S.IP. Ia menilai kunjungan tersebut tidak hanya membantu dari sisi pendataan, tetapi juga menambah motivasi bagi pengembangan perpustakaan sebagai pusat kegiatan literasi. Dengan program yang sudah berjalan, perpustakaan diharapkan semakin berperan dalam mendukung kebiasaan membaca siswa dan menjadi bagian penting dari budaya belajar di sekolah.
Dorongan untuk segera menyiapkan akreditasi perpustakaan menjadi salah satu pesan utama dari kegiatan tersebut. Upaya itu dipandang sejalan dengan penguatan program literasi yang telah dirintis di sekolah. Dengan langkah yang lebih terarah, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan bacaan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran yang aktif mendukung kegiatan sekolah.
Ke depannya SMA Negeri 9 Sijunjung menyiapkan pengembangan program yang tidak hanya berfokus pada literasi, tetapi juga numerasi. Selain itu, sekolah juga merencanakan kunjungan ke perpustakaan sekolah lain sebagai bagian dari upaya belajar dan memperluas wawasan dalam pengelolaan perpustakaan serta penguatan program yang relevan. Dengan langkah tersebut, gerakan literasi di SMA Negeri 9 Sijunjung diharapkan terus berkembang secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan.