Membentuk Santri Berkarakter : Relima Perpusnas RI Lokus Sijunjung Tanamkan Literasi Budaya dan Kewargaan di Cendekia Muslim
Kamis, 09 Juli 2026
Sijunjung — Santri tidak hanya dituntut untuk mahir dalam ilmu agama, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai jati diri bangsa dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Menyadari hal tersebut, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI lokus Sijunjung mengadakan kegiatan literasi Budaya dan Kewargaan bagi Santri Cendekia Muslim pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk mengeksplorasi keterkaitan antara nilai-nilai religius dengan semangat nasionalisme dan kearifan lokal.
Literasi budaya bukan sekadar mengetahui tarian atau pakaian adat, melainkan kemampuan untuk memahami, melestarikan, dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Bagi santri, hal ini sangat berkaitan erat dengan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah".
Relima Sijunjung mengajak para santri untuk merefleksikan kembali kekayaan budaya lokal Sijunjung sebagai bagian dari kekayaan nasional. Dalam sesi ini, ditekankan bahwa menjadi santri yang modern bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan mampu membawa nilai-nilai luhur budaya ke dalam kancah dunia digital.
Selain aspek budaya, literasi kewargaan menjadi poin penting dalam pembekalan ini. Literasi kewargaan membekali santri dengan pemahaman mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara Indonesia. Para santri diajak berdiskusi mengenai peran aktif yang bisa mereka ambil dalam masyarakat, mulai dari sikap toleransi, gotong royong, hingga ketaatan pada hukum. Relima Perpusnas RI Sijunjung menegaskan bahwa santri adalah pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa. Dengan literasi kewargaan yang kuat, santri diharapkan mampu menjadi agen perdamaian dan solusi bagi persoalan di lingkungannya.
Kehadiran Relima Perpusnas RI lokus Sijunjung di Cendekia Muslim menunjukkan bahwa literasi memiliki spektrum yang luas. Literasi bukan hanya soal membaca buku di perpustakaan, tetapi juga tentang membaca keadaan sosial dan memahami posisi diri dalam berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi santri yang memiliki profil "Beriman, Berbudaya, dan Bernegara". Kemampuan literasi budaya dan kewargaan ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk terjun ke masyarakat luas dengan tetap memegang teguh prinsip agama tanpa melupakan identitas keindonesiaannya. Kegiatan ini menegaskan komitmen Kabupaten Sijunjung dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh.