Digitalisasi Dakwah: Relima Perpusnas RI Lokus Sijunjung Bekali Penyuluh Agama Islam Se-Kabupaten Sijunjung Kecakapan Literasi Digital
Selasa, 09 Juni 2026
SIJUNJUNG — Penyuluh Agama Islam Se-Kabupaten Sijunjung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi di Era Digital, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini diinisiasi untuk memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan dalam menyampaikan pesan keagamaan yang menyejukkan sekaligus menangkal penyebaran hoaks di ruang siber.
Bekerja sama dengan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI Lokus Sijunjung, Bimtek ini memfokuskan pada strategi transformasi dakwah dari metode konvensional menuju pemanfaatan platform digital yang lebih luas dan terukur.
Relima Perpusnas RI Lokus Sijunjung menekankan bahwa di tengah banjir informasi saat ini, penyuluh agama harus memiliki kemampuan verifikasi data yang mumpuni sebelum menyampaikan materi kepada umat.
Penyuluh Agama Islam adalah rujukan masyarakat. Di era digital, tantangannya adalah bagaimana mengemas pesan dakwah agar menarik namun tetap berbasis pada sumber informasi yang valid. Literasi digital adalah kunci agar penyuluh tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten edukatif yang meluruskan misinformasi keagamaan.
Dalam materi yang disampaikan, para penyuluh dibekali teknik penggunaan media sosial yang efektif, etika berkomunikasi di dunia maya (netiket), hingga cara memanfaatkan perpustakaan digital untuk memperkaya referensi materi khotbah dan penyuluhan.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang menyadari bahwa tantangan dakwah saat ini banyak terjadi di grup-grup pesan singkat dan media sosial. Melalui literasi informasi, para penyuluh diharapkan mampu memberikan jawaban keagamaan yang moderat dan berbasis fakta terhadap isu-isu viral yang berkembang.
Para Penyuluh Agama Islam di Sijunjung mampu membangun ekosistem digital yang sehat di wilayah tugas masing-masing. Dengan kecakapan literasi yang baik, penyuluh dapat menjadi benteng bagi masyarakat dari pengaruh paham radikal maupun informasi menyesatkan yang mengatasnamakan agama.