← Kembali ke Berita
Artikel RELIMA Pusat

Transformasi Perpustakaan Nagari: Relima Perpusnas RI Lokus Sijunjung Perkuat Literasi Informasi di Era Digital

Senin, 13 Juli 2026

Transformasi Perpustakaan Nagari: Relima Perpusnas RI Lokus Sijunjung Perkuat Literasi Informasi di Era Digital

Sijunjung — Di tengah gempuran arus informasi digital yang tak terbendung, peran perpustakaan di tingkat desa atau nagari dituntut untuk berevolusi. Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku fisik, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat layanan informasi dan pembelajaran masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI lokus Sijunjung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Era Digital bagi pengelola perpustakaan nagari se-Kabupaten Sijunjung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, bertempat di Sijunjung.

Bimtek ini dirancang untuk membekali para pengelola perpustakaan dengan keterampilan teknis dan kognitif. Fokus utamanya adalah bagaimana perpustakaan nagari dapat menjadi penyaring informasi bagi masyarakat setempat. Relima Perpusnas RI, sebagai inisiator, menekankan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami dan menggunakan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

Kehadiran Relima Perpusnas RI lokus Sijunjung menjadi jembatan penting antara kebijakan pusat dan implementasi di akar rumput. Dengan menyasar pengelola perpustakaan nagari, dampak dari literasi informasi ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di pelosok Kabupaten Sijunjung.

Melalui Bimtek ini, diharapkan perpustakaan nagari di Kabupaten Sijunjung tidak lagi dianggap sebagai gedung yang sepi, melainkan menjadi community hub yang dinamis. Pengelola yang kompeten akan mampu menciptakan program-program literasi yang inovatif, mulai dari pendampingan belajar daring hingga pemberdayaan ekonomi berbasis informasi (literasi untuk kesejahteraan).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sijunjung untuk membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi kemajuan literasi digital. Dengan semangat kolaborasi, perpustakaan nagari siap menjadi lentera ilmu pengetahuan di era informasi.